300 Lebih Koperasi di NTT Tidak Sehat

Kupang, SC - Sebanyak 300 lebih koperasi dari total jumlah 4.037 koperasi yang ada dan terdaftar pada Dinas Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Timur masuk dalam daftar koperasi tidak sehat sehingga dalam pengawasan khusus.

"Koperasi yang tidak sehat itu karena tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi seperti harus berbasis online," kata Kepala Dinas Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Thomas Bangke di ruang kerjanya, Rabu (7/12).

Menurut Thomas Bangke guna menghidupkan kembali koperasi yang dinilai tidak sehat itu pemerintah melalui Dinas Koperasi akan menjalankan strategi berupa reorientasi dan merevitalisasi ulang koperasi - koperasi yang  ada di seluruh kabupaten dan kota.

"Srategi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi yakni melakukan pendataan secara berbasis Informasi dan Teknologi atau data koperasi berbasis online," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, untuk mengaktifkan kembali koperasi yang dinilai tidak sehat tersebut, maka mulai Januari hingga Juli 2017, pemerintah melalui Dinas Koperasi akan melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap 300-an koperasi tersebut.

"Semua itu akan dilakukan mulai Januari hingga Juli  2017 dan hanya akan diberi waktu selama enam bulan untuk melakukan revitalisasi ulang dengan harapan kedepan koperasi-koperasi itu bisa bersaing secara sehat dengan pihak swasta," tegasnya.

Data Dinas Koperasi menyebutkan, sejak tahun 2014-2016, dari 4.037 unit koperasi yang ada, total aset yang dimiliki mencapai Rp5,7 Triliun. Dia mengharapkan pada tahun-tahun mendatang total aset akan terus meningkat karena koperasi merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Dan guna meningkatkan aset koperasi, mantan kepala bagian keuangan Setda Kabupaten Kupang ini mengharapkan agar kedepan Koperasi juga harus dilakukan pemeriksaan keuangan oleh akuntan publik untuk mengetahui kondisi keuangan koperasi. (Lia)
 
Share on Google Plus

About Roventy Manukoa